Selasa, 28 Agustus 2012

kamu :)


jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita. tugasku bukan mencari dirimu, tetapi mensolehahkan diriku...
wahai seseorang yang telah tertulis di Lauhul Mafudzku, imamku, & ayah dari anak-anakku, engkau yang membersamai perjalananku nanti...
aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu untuk jadi imam bagi tulang rusukmu, dan buah hatimu kelak....

QOLAM DAN LAUHUL MAHFUDZ

Qolam dan Lauhul Mahfudz adalah perkara yang haq (benar) wajib diimani oleh setiap muslim karena merupakan cabang dari rukun iman, yaitu beriman kepada hari akhirat. Qolam adalah makhluk besar yang diciptakan Alloh bercahaya dan berkilau, lalu Alloh menugaskan untuk mencatat sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi sampai hari kiamat. Sedangkan Lauhul Mahfudz artinya lembaran yang terjaga. Ia adalah makhluk besar yang diciptakan Alloh bercahaya. Dengan idzin-Nya Qolam diperintahkan untuk mencatat sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi di dalam Lauhul Mahfudz atau lembaran yang terjaga. Jadi setiap muslim wajib mengimani dengan keimanan yang benar bahwa Alloh mengetahui sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi. Tidak ada sesuatupun yang ada di bumi dan di langit, baik itu merupakan perkara yang ghaib atau tersembunyi, atau perkara yang telah berlalu dan yang akan datang, tidak ada yang tidak diketahui oleh Alloh. Tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya, semuanya sama, tidak ada perbedaan bagi-Nya antara yang samar dan yang nyata, semua berada dalam pengetahuan Alloh. ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُون Alloh berfirman, “Nun, demi Qolam dan apa yang mereka tulis” (al-Qalam, 1) Dalam ayat diatas Alloh telah memerintahkan Qalam untuk menulis takdir segala sesuatau dalam Lauhul Mahfudz atau lembaran yang terjaga. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh kebanyakan ahli tafsir bahwa pertama tama makhluk diciptakan oleh Allah adalah Qalam (pena), lalu Dia berkata kepadanya: ”Tulislah!”. Qalam itu berkata: ”Apa yang saya tulis”. Dia berkata: “Tulislah sesuatu yang terjadi sampai hari Kiamat”. Maha Suci Allah yang telah menciptakan Qalam dan memerintahkannya untuk menulis dalam Lauhul Mahfudz segala sesuatu yang terjadi dan akan terjadi sampai hari Kiamat, sebagaimana dalam firman-Nya: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (AL Hadid, 22)

Minggu, 15 Januari 2012

my words...


cerita ini sangat indah, sempatkan untuk membaca..
  • Teman lama adalah emas! teman baru adalah berlian! jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu ,memerlukan dasar emas.
  • Pertemanan itu seperti sebuah buku. hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
  • Ketika Allah s.w.t memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya. ketika Allah s.w.t tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayan pada kemampuanmu.
  • Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Allah s.w.t mendengarkanmu dan mengasihi mereka, dan terkadang, ketika kamu merasa aman dan senang, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
  • Masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. jadi, pandanglah ke depan dan majulah!!